Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dasar Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

 
Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Pada jenis Produk Asuransi Tradisional selain Asuransi Jiwa Berjangka(Term Life) dan Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life), ada satu jenis lagi yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi jiwa yang termasuk jenis asuransi jiwa tradisional yaitu Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment).

Ciri khas Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment) adalah proteksi yang memberikan manfaat jumlah uang pertanggungan (UP) atau membayar santunan kematian saat Tertanggung meninggal dalam masa pertanggungan asuransi dan sekaligus memberikan atau membayar manfaat seluruh uang pertanggungan habis kontrak apabila Tertanggung masih hidup pada akhir masa pertanggungan asuransi.

Lamanya masa pertanggungan dari Asuransi Jiwa Dwiguna bervariasi. Biasanya Pihak Perusahaan Asuransi memberikan pilihan pada calon Tertanggung dengan masa pertanggungan 5, 10, 15 atau bahkan 30 tahun, bisa pula berakhir pada usia tertentu, misalnya pada usia 55, 65 atau 70 tahun.

Karena memberikan dua maanfaat inilah, asuransi ini disebut Dwiguna. Produk ini berguna bagi calon Pemegang Polis yang ingin Tertanggung terlindung dari dampak keuangan karena kematian diri.

Contoh,

Pak Joko, 30 tahun, membeli polis asuransi jiwa dwiguna yang akan berakhir pada saat ia berusia 70 tahun. Apabila Pak Joko meninggal sebelum usia 70 tahun, maka Penanggung (perusahaan Asuransi Jiwa) akan membayar santunan kematian kepada ahli waris yang ditunjuk oleh Pak Joko sesuai dengan dengan yang tercantum di dalam Polis Asuransinya, sedangkan jika Pak Joko berumur panjang dan tetap hidup sampai dengan usia 70 tahun, maka Penanggung akan membayar manfaat habis kontrak sebesar Uang Pertanggungan (UP).

Contoh lain,

Ibu Elmi, 35 tahun, membeli polis asuransi jiwa dwiguna dengan masa asuransi 30 tahun. Ini berarti penanggung akan membayar manfaat habis kontrak pada akhir tahun ke 30, kecuali bila Ibu meninggal dunia terlebih dahulu maka ahli waris yang ditunjuk akan mendapat santunan kematian oleh Pihak Penanggung.

Asuransi jiwa dwiguna memiliki fitur-fitur yang hampir sama dengan asuransi jiwa tradisional seumur hidup, misalnya pembayaran premi berkala dan memiliki nilai tunai. Pembentukan nilai tunai asuransi jiwa dwiguna lebih cepat dibandingkan dengan asuransi jiwa seumur hidup tradisional karena masa pertanggungan asuransi lebih pendek.

Masa pertanggungan Polis asuransi jiwa tradisional seumur hidup akan berakhir apabila Tertanggung berusia sampai 99 tahun, sedangkan masa pertanggungan polis asuransi jiwa dwiguna akan berakhir pada usia yang relatif lebih singkat.

Kelebihan lain dari jenis Asuransi Jiwa Dwiguna adalah memberikan imbal hasil yang lebih pasti dibandingkan dengan polis-polis Unit Link yang kadang memberikan imbal hasil yang stagnan atau bahkan negatif.

Berdasarkan keterangan di atas, kira-kira siapa yang lebih cocok mempunyai produk Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment) ini?

Posting Komentar untuk "Dasar Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)"